Agussalim, SH: Pilar Pertahanan Hak-Hak Rakyat di Jantung Industri Ekstraktif Sulawesi Tengah
Ketua DPW SHI Sulawesi Tengah
Palu, SHI – Di tengah pesatnya laju industri ekstraktif yang mentransformasi lanskap Sulawesi Tengah, sosok pembela hak-hak rakyat menjadi garda terdepan dalam memastikan keadilan tidak tergerus oleh kepentingan ekonomi. Agussalim, SH, seorang advokat publik, juga sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Sarekat Hijau Indonesia (DPW SHI) Sulawesi Tengah, telah mendedikasikan dirinya sebagai pilar pertahanan bagi masyarakat yang terpinggirkan.
Selama bertahun-tahun, Agussalim secara konsisten mendampingi komunitas-komunitas yang terjerat dalam konflik agraria, menghadapi kriminalisasi, dan merasakan dampak langsung dari ekspansi pertambangan nikel serta perkebunan kelapa sawit. Baginya, praktik hukum bukanlah sekadar profesi, melainkan sebuah panggilan untuk memperjuangkan keadilan sosial dan melindungi sumber-sumber kehidupan yang menjadi tumpuan masyarakat.
Mengawal Keadilan di Tengah Konflik Sumber Daya Alam
Satu dekade terakhir telah menyaksikan Sulawesi Tengah menjadi pusat industri ekstraktif nasional. Investasi besar di sektor pertambangan dan perkebunan, meskipun menjanjikan pertumbuhan ekonomi, seringkali menyisakan konflik mendalam terkait perampasan ruang hidup, kerusakan lingkungan, dan ketidakadilan dalam penguasaan lahan. Di wilayah-wilayah seperti Morowali dan Morowali Utara, sengketa lahan antara masyarakat dan korporasi menjadi pemandangan yang lazim.
Dalam pusaran konflik inilah Agussalim memainkan peranan vital. Bersama jaringan organisasi masyarakat sipil, ia aktif memberikan pendampingan hukum untuk memastikan suara masyarakat didengar dan hak-hak mereka dilindungi. Ia berprinsip bahwa kehadiran advokat rakyat bukan hanya untuk memenuhi formalitas hukum, tetapi sebagai upaya konkret untuk menjamin bahwa warga negara, khususnya petani dan masyarakat adat, mendapatkan perlakuan yang adil di hadapan hukum saat mempertahankan tanah leluhur mereka.
Dari Ruang Sidang ke Gerakan Sosial: Membela yang Terkriminalisasi
Perjuangan Agussalim tidak terbatas pada sengketa perdata. Ia juga dikenal vokal dan gigih dalam membela para petani dan masyarakat adat yang justru dijadikan tersangka saat berusaha mempertahankan wilayah kelola mereka. Dalam beberapa kasus, ia bertindak langsung sebagai kuasa hukum bagi warga yang dituduh melanggar hukum karena berkonflik dengan perusahaan atau negara terkait status kawasan hutan.
Agussalim memandang bahwa kriminalisasi terhadap petani merupakan wujud ketidakadilan struktural, di mana masyarakat yang telah mengelola tanah secara turun-temurun dipaksa tunduk pada klaim legalistik korporasi. Baginya, isu agraria melampaui sekadar persoalan kepemilikan tanah; ia menyangkut hak konstitusional warga atas penghidupan yang layak dan keberlanjutan ekologis.
Sebagai figur kritis, Agussalim tidak segan melontarkan kritik terhadap kebijakan investasi yang dinilai abai terhadap hak-hak rakyat dan kelestarian lingkungan. Ia secara terbuka menentang praktik penggusuran lahan yang dilakukan tanpa penyelesaian yang adil dan mendorong masyarakat untuk berani menempuh jalur hukum sebagai bentuk perlawanan yang bermartabat.
Kekuatan Solidaritas untuk Keadilan Sosial dan Ekologis
Sebagai Ketua DPW SHI Sulawesi Tengah, Agussalim meyakini bahwa perjuangan untuk keadilan tidak dapat dimenangkan secara terisolasi. Ia aktif merajut solidaritas, membangun kolaborasi yang kuat antara organisasi masyarakat sipil, gerakan mahasiswa, komunitas petani, dan jaringan advokat pro-rakyat. Pendekatan kolektif ini terbukti mampu memperkuat posisi tawar masyarakat dan mengorganisir gerakan advokasi yang lebih solid dan strategis.
Kiprah Agussalim menjadi cerminan bahwa di tengah tekanan kepentingan ekonomi raksasa, harapan untuk keadilan sosial dan ekologis tetap menyala. Perjuangannya adalah pengingat bahwa pembangunan sejati tidak diukur dari angka pertumbuhan semata, tetapi dari sejauh mana ia mampu melindungi hak-hak warganya dan menjaga keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang. Kehadiran para pembela rakyat seperti Agussalim adalah esensial untuk memastikan bahwa suara mereka yang paling rentan tetap didengar dan diperjuangkan.(MY)
