Kepemimpinan Petani Berwatak Ekologis Untuk Memperjuangkan Keragaman Hayati dan Kedaulatan Pangan

Peringatan Hari Tani 2025

Kepemimpinan Petani Berwatak Ekologis Untuk Memperjuangkan Keragaman Hayati dan Kedaulatan Pangan

Hari Tani Nasional diperingati setiap taggal 24 September sebagai momen untuk mengenang lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) 1960 yang menjadi tonggak penting dalam perjuangan hak-hak petani di Indonesia. Meski sudah lebih dari enam dekade sejak itu, kondisi petani masih dihadapkan pada berbagai persoalan mendasar seperti ketimpangan akses  dan kepemilikan lahan, kerusakan lingkungan akibat metode pertanian konvensional yang itensif, alih fungsi lahan pertanian, serta lemahnya regenerasi kepemimpinandi kalangan petani.

Peringatan Hari Tani bukan hanya sebuah seremonial, melainkan momentum strategis untuk memperkuat kesadaran ekologis sekaligus menggugah peran petani sebagai pemimpin yang memiliki watak ekologis-artinya yang mengintegrasikan kepedulian terhadap lingkungan, sosial dan keberlanjutan dalam setiapaspek perjuangannya. Pemerintah desa juga diharapkan terlibat aktif dan mendukung upaya ini melalui penyediaan fasilitas dan kolaborasi dalam agenda pertanian yang memiliki keragaman hayati serta kedaulatan pangan di tingkat lokal.

Keragaman hayati adalah fondasi utama bagi sistem pangan yang berdaulat dan kesehatan ekosistem. Perjuangan mempertahankan dan memperkaya keanekaragaman hayati dalam praktik pertanian menjadi sangat penting di tengah tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan.  Pertanian ekologis yang mengutamakan prinsip keberlanjutan, penggunaan sumber daya lokal, konservasi tanah dan air, serta kearifan lokal dapat menjadi jalan keluar untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Dukungannya tidak hanya soal produksidan distribusi pangan, tetapi juga pembangunan pedesaan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Pemberdayaan petani melalui penguatan kelembagaan ekonomi rakyat dan pengembangan usaha agribisnis berbasis ekologis menandai langkah penting dalam menciptakan sistem pertanian yang mampu menjawab tantangan sosial-ekonomi sekaligus menjaga kelestarian alam.

Seluruh Daya Upaya untuk memperkuat posisi petani sebagai pemilik daulat pangan, dan bagian penting dalam perjuangan gerakan hijau, Sarekat Hijau Indonesia, tentu akan terus berjuang bersama untuk memastikan perubahan sosial yang berkelanjutan dan berkeadilan, agar pertanian ekologis akan semakin massif tumbuh . (MY)

 

Selamat Hari Tani, Bersatu padulah kaum tani Indonesia untukMemperjuangkan Keragaman Hayati dan Kedaulatan Pangan.

Ade Indriani Zuchri

Ketua Umum Sarekat Hijau Indonesia

 

sibayaktoto

slot777

slot777

sibayaktoto

toto 4d

Situs toto

situs toto macau