Pernyataan Sikap Sarekat Hijau Indonesia: Iran dan Matinya Demokrasi

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam keadilan dan kemanusiaan.

Bersatu, bersarekat, Berlawan

Sarekat Hijau Indonesia menyampaikan duka yang mendalam atas serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang telah menewaskan pemimpin tinggi negara tersebut beserta anggota keluarganya. Tindakan ini bukan hanya serangan terhadap satu negara, tetapi juga melukai rasa kemanusiaan kita bersama.

Di saat jutaan umat Muslim di seluruh dunia sedang menjalankan ibadah puasa, bulan yang mengajarkan kesabaran, pengendalian diri, dan empati, serangan ini justru mempertontonkan kekerasan yang menihilkan nilai-nilai kemanusiaan dan penghormatan terhadap kehidupan.

Kami memandang bahwa tindakan ini menunjukkan inkonsistensi serius dari negara-negara yang selama ini mengklaim diri sebagai penjaga demokrasi dan hak asasi manusia. Demokrasi tidak dapat ditegakkan melalui rudal. Hak asasi manusia tidak bisa dibela dengan menghilangkan nyawa tanpa proses keadilan yang transparan dan akuntabel.

Lebih dari itu, kita perlu melihat persoalan ini secara jernih. Konflik global hari ini sering kali bukan sekadar persoalan politik atau keamanan, tetapi juga berkaitan erat dengan perebutan pengaruh dan penguasaan sumber daya alam. Dunia sedang berada dalam perebutan energi, mineral strategis, dan komoditas pertahanan.

Indonesia sebagai bangsa yang dianugerahi sumber daya alam luar biasa harus belajar dari situasi ini. Kita tidak boleh lengah. Kedaulatan politik harus berjalan seiring dengan kedaulatan ekonomi dan pengelolaan sumber daya yang adil dan berkelanjutan.

Sarekat Hijau Indonesia mengutuk keras segala bentuk agresi yang mengorbankan kemanusiaan, dan menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mengedepankan dialog, diplomasi, serta penghormatan terhadap hukum internasional.

Perdamaian bukan kelemahan. Perdamaian adalah keberanian untuk menghormati kehidupan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ketua Umum

Ade Indriani Zuchri