SHI, UNITAS, Bersama Wasteplants Akan Adakan Seminar Manajemen Sampah Rumah Tangga

Andrew dan Ade disambut baik oleh Rektor Universitas Tamansiswa (UNITAS), Ki. Dr Azwar Agus S.H., M.Hum di dalam misi mensosialisasikan pengelolaan sampah organik.

Andrew Hasyim De Vries, CEO Founder Wasteplants bersama Sarekat Hijau Indonesia Pimpinan Pusat (SHI PP) mensosialisasikan pengelolaan sampah organik agar dapat menjadi pupuk. Aktivis lingkungan yang mengabdikan hidup sebagai Filantropi lebih dari 25 tahun itu didampingi oleh Ketua Umum SHI PP, Ade Indriani Zuchri dalam mensosialisasikan pengelolaan sampah organik di berbagai daerah di Indonesia.

Andrew dan Ade disambut baik oleh Rektor Universitas Tamansiswa (UNITAS), Ki. Dr Azwar Agus S.H., M.Hum di dalam misi mensosialisasikan pengelolaan sampah organik. Hal itu terbukti dengan sambutan ramah oleh Rektor dan jajaran pejabat Pascasarjana UNITAS (Rabu/18/5/22) pada sore pukul 17.10 WIB.  Azwar Agus memberikan selamat dan sukses untuk acara sosialisasi melalui seminar (besok), yang berfokus pada topik “Manajemen Sampah Rumah Tangga”.

“Semoga acara seminar nanti berjalan dengan khidmat. Misi Pak Andrew bersama SHI dapat terwujud untuk kemajuan lingkungan, khususnya di dalam pengelolaan sampah rumah tangga ramah teknologi,” ucap pria yang menjabat Rektor UNITAS periode 2020-2025 tersebut.

Seminar yang bekerjasama dengan UNITAS tersebut dilakukan secara Hybrid, besok (Kamis/19/05/22) pada pukul 13.00 sampai dengan 18.00 WIB. Seminar terbuka untuk umum, peserta dapat langsung menghadiri seminar secara Offline di ruangan aula Pascasarjana UNITAS di lantai dua, berlokasi di Jalan Taman Siswa No. 261, 20 Ilir, Kec. Ilir Tim. I, Kota Palembang. Sedangkan bagi para peserta yang ingin Online cukup mengklik Link Zoom yang tertera di poster kegiatan.

Untuk diketahui bersama Wasteplants merupakan organisasi nonpemerintah yang bermarkas di Australia. Wasteplants mendatangi beberapa negara untuk melihat peluang pengolahan sampah makanan menjadi pupuk. Singkatnya, pengelolaan sampah organik melalui limbah pangan tersebut dapat dialihkan menjadi kompos dan pupuk cair.

“Kami (Wasteplants) sangat antusias berbagi pengalaman terbaik untuk membuat lingkungan menjadi sehat, sejuk dan ramah teknologi. Wasteplants terus mensosialisasikan pengelolaan sampah organik ke seluruh dunia berbasis mutu Internasional,” tegas Andrew yang juga dikenal sebagai seniman pelukis tersebut.

Program dari Wasteplants, juga berbasis kolektif di ruang publik. Jadi, bukan dihasilkan pabrik skala besar. Pengerjaan yang ramah lingkungan dan semangat gotongroyong masyarakat.

“Pengelolaan sampah organik dari Wasteplants, sangat cocok untuk kultur di Indonesia dengan semangat gotongroyong, dan diskursus kearifan lokalitas yang dapat beradaptasi dengan setiap komunitas di berbagai daerah di Indonesia. Khususnya dalam hal ini di Sumatera Selatan, Palembang,” tutup Ade, Ketua Umum SHI.